"INDONESIA MENGAJAR"
pertama kali dengar nama ini langsung penasaran,ini komunitas atau apa..
waktu itu pertama kali liat dari salah satu akun teman di facebook yang share berita tentang INDONESIA MENGAJAR ini. Setelah saya baca ternyata programnya kereenn...tapi pada saat iu saya masih belum selesai kuliah tahun lalu..
dan beberapa saat setelah itu ada sosialisasinya di UNHAS oleh Pak Anies Baswedan..
semenjak itu saya follow akun twitternya @pengajarmuda dan akun pak @aniesbaswedan. Frankly, I DO ADORE this person so much. YOUNG and SO INSPIRING!
membaca dan melihat setiap gambar yang di share entah oleh pak anies atau tim pengajar muda itu selalu bikin merinding dan kadang saya sampai meneteskan airmata (berlebihan,lebay,,what so ever,that's what I feel)
Apa yaaahh,,,,setiap kali itu saya selalu merasa bahwa masih ada orang yang bisa sepeduli itu dengan saudara-saudara kita yang berada di daerah terpencil,terlebih pula yang jadi sasarannya itu adalah para anak muda. really,that really can't help to explain seeing the youth with spirit on fire to make a "change" in simple way but truly touchable.
well,mengajar mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang mudah dan sederhana,terlebih pekerjaan jadi seorang pengajar, khususnya guru masih dianggap sebelah mata oleh mereka yang menyebut dirinya sebagi orang "besar". mereka mungkin akan lebih bangga jika anaknya bisa menjadi seorang dokter,insinyur,pengacara at least it has a "name" in society.But do they realize that they all can be a doctor,attorney cause of a TEACHER?
Mengajar awalnya sulit bagi saya,bukan hanya sekedar transfer ilmu namun lebih bagaimana kita bisa membuat si anak didik bisa betah dan mau ikut di dalam kelas ( at least, this is the first simple step that I have been keeping until now when I am teaching). Saya selalu menganggap murid saya adalah teman saya,dimana bukan saja tukar ilmu,diskusi,namun mereka bisa mencurahkan apapun yang mereka mau bagi dengan saya. tentang apa yang mereka rasakan,mereka pikir.
Mengajar tidak menuntut seorang guru yang hanya sekedar mengandalkan isi otak namun mengajar itu harus pakai hati. Bagaimana kita merasakan apa yang murid kita rasakan.
saya mendapat kesenangan ketika saya mengajar,ketika saya ketemu dengan murid saya,ketika kita bermain game di kelas,ketika kita mendiskusikan materi dan tidak jarang kita membawanya ke sebuah lelucon yang bisa meregangkan sedikit otot pipi dan rahang untuk ketawa. Kesenangan bisa saya dapatkan dengan mengajar namun tidak jarang bisa juga membuat mood saya jadi kacau. Tapi apapun itu,saya senang ketika saya berdiri di depan kelas,menyemangati orang-orang di depan saya,membagikan dan mendengarkan pengalaman demi pengalaman,mencari solusi dan tertawa bersama.
terlebih ketika mengajar anak-anak muda,you'll feel younger than your ages...hahaha...
saya ikhlas menjalaninya dan saya senang melakukannnya.
meski biasa namun saya melakukannya dengan cara saya yang luar biasa.
that makes,it is different with others.
so LIVE YOUR PASSION....DO YOUR PASSION!
Sabtu, 05 November 2011
Minggu, 16 Mei 2010
Curhatan Kucing dan Ayam
Masih pagi-pagi buta ketika itu senin 10 mei, terlihat jelas titik-titik embun yang tertempel rapi di atas daun pohon mangga yang tak kunjung berbuah itu meski sudah tertanam semenjak 15 tahun yang lalu, seorang anak berparas mungil nan ayu menyapu halaman rumahnya sebagai sebuah rutinitas harian sebelum berangkat ke sekolah. Siti,seorang anak perempuan berusia 16 tahun berparas cantik dan teduh wajahnya acap kali orang melihat sosok anak yang sebenarnya tomboy ini. Waktu itu, Siti membersihkan sampah dedaunan yang jatuh di halaman rumahnya sebelum berangkat ke sekolah. Pagi itu masih sangat sejuk, jarum jam masih menunjukkan pukul 05.30 meski mentari sudah mulai menyapa dengan kehangatan yang seakan memberikan suntikan positif untuk memulai Senin yang padat akan rutinitas mingguan.
Dikala Siti meraih satu persatu daun yang berserakan dengan sapu lidinya, ternyata ada seekor ayam yang belum terlalu tua tapi sudah tidak muda lagi bertengger diatas balai-balai yang tertata rapi dibawah pohon mangga. Si ayam nampaknya sangat lesuh, bulunya basah, kulitnya mengkeriput. Miris melihat kondisi si ayam, Siti pun mencoba menghampirinya, mendekat perlahan, menyentuh si ayam dan mengangkat diatas tangan mungilnya, kemudian Siti mulai mengusap badan si ayam itu dengan penuh kelembutan. Tak ada yang tahu, kalau Siti meski berwajah jelita sebenarnya seorang anak tomboy, acuh, dan terkesan tidak peduli sekitar, bisa juga luluh hatinya melihat kondisi sang ayam. “Kenapa kamu,yam?” begitu kalimat yang terlontar saat Siti mengusap punggung sang ayam. Sambil terus mengusap dan bercerita dengan si ayam,meski tidak jelas apa yang sebenarnya Siti bicarakan disaat yang bersamaan kembali Siti dikagetkan dengan seekor kucing yang tiba-tiba menghampiri kakinya,dengan manja si kucing terus menyentuh kaki Siti yang dengan sengaja menyentuhkan bulu-bulunya ke kulit anak perempuan itu. ”Geli” itu yang dirasakan Siti ketika si Kucing bermanja ria di kakinya. Entah apa yang diraskaan kucing itu ketika dia bermanja hati ke Siti,si Tomboy. Kesepian mungkin,belum makan,kedinginan atau apa entahlah itu.Siti kemudian berjongkok, mengelus kucing itu dengan penuh kelembutan,sangat lembut.Si kucing nampak kesepian,kucing itu masih sangat kecil,yah anak kucing begitu. Tubuh mungilnya seakan memperlihatkan betapa beban berat yang dipikulnya hidup di diunia sendiri,begitupun dengan sang ayam.Sepi,sendiri,sebatang kara,tanpa apa-apa hanya bermodalkan desahan nafas yang masih diberikan oleh Sang Maha Kuasa kepada mahluk ciptaannya ini.
Yah,mungkin kita masih lebih beruntung dengan Si Kucing dan Ayam tersebut.Setidaknya kita masih diberi akal,masih diberi pikiran untuk berfikir,apa yang hendak kita lakukan ketika kita hidup sebatang kara di dunia ini. Namun,tanpa kita sadari,terkadang kita tidak menggunakan akal yang sungguh amat berharga dan mulia yang dititipkan Allah kepada kita,MANUSIA. Seakan acuh tak acuh,tidak peduli dengan keadaan disekitar kita,bermasa bodoh menerima kenyataan yang ada.Pahit terasa cobaan yang diberikan,namun kita tak pernah berusaha mengubahnya menjadi sebuah bingkisan manis yang sebenarnya ada beberapa kejutan dan riak-riak kecil kegembiraan jikalau kita mampu menarik hikmah dari setiap apa yang dicobakan kepada kita. Yah,itulah hidup,dan itulah kita Manusia ketika dihadapkan dengan yang namanya Masalah. Mungkin,teman-teman bertanya apa sebenarnya kaitan antara masalah kehidupan dengan si Ayam dan Kucing diatas. Coba teman-teman fikir, Kucing yang hidup sebatang kara,sendiri,yang sehari-harinya terkenal suka mencuri ikan di dapur,itulah gambaran kecil yang timbul di benak kita ketika melihat seekor kucing liar tanpa majikan. Namun,kita lihat kisah tersebut,ketika si kucing tanpa daya,dia juga membutuhkan belas asih dari Siti,butuh sapuan lembut dan kehangatan kasih sayang dari Siti yang juga sebenarnya adalah seorang cewek tomboy yang acuh dan tak peduli sekelilingnya. Nah, bagaimana dengan si Ayam,seekor hewan yang setiap hari berkokok,bangun paling pagi untuk membangunkan setiap mahluk yang bernyawa di bumi ini guna menyambut pagi yang cerah,akan tetapi di balik kekuatannya bangun paling pagi setiap harinya,ketika si Ayam jatuh ke selokan,bermandikan dengan air got yang bau,dia juga membutuhkan pertolongan dari manusia guna mendapatkan secuil perhatian dan hangatnya kasih sayang. Analogi yang sungguh amat sederhana dari kisah tersebut jika dikaitkan dengan kehidupan yang mau tidak mau harus kita lalui setiap harinya agar bisa SURVIVE di dunia dan tidak punah oleh seleksi sang alam.
Satu hal, yang bisa saya dan teman-teman dapat dari kisah tersebut bahwasanya sekuat,seangkuh,secuek,setegar,atau se- apapun itu, akan ada saatnya kita jatuh tak berdaya dan mengharapakan uluran tangan dari sesama,guna secuil perhatian yang mampu mengahangatkan tubuh dan jiwa yang dingin hampir beku ini. Mahluk sosial, mungkin benar fitrah penciptaan manusia itu akan tetapi itu tidak hanya berlaku untuk manusia saja tapi untuk semua mahluk yang bernyawa ciptaan Allah SWT di muka bumi ini. Saya,Kamu,Anda,Kalian, Mereka,Dia, pasti saling membutuhkan,pasti saling mencari, untuk secercah harapan bersama serta berangkulan saling menopang untuk menjalani hidup kita ini. Semoga kita tetap diberikan rasa “PEKA” terhadap sesama kawan,bantulah mereka selagi kita masih bisa memberikan “KEHANGATAN” kasih sayang yang ditipkan Sang Pencipta kepada kita untuk kita bagi terhadap sesama di bumi ini.
Salam berbagi, Salam hangat, Salam Kasih Sayang.
Rise N Shine
Lmy......^^
Kamis, 13 Mei 2010
not to choose is also a choice
Segores luka Batin merah yang dipahat rapi oleh sahabatku bahkan telah kuanggap sebagai kakakku diperuntukkan buat sahabatku yang dari dulu sudah ku anggap sebagai adikku juga.
Segores luka itu adalah serumpun kain kafan putih untukku.Luka berdarah milik adikku adalah tanda kekalahan buatku namun senyum terindah buat kakakku adalah tanda pahit milik pecundang dan penghianat yang diperuntukkan buatku.
Ku merasakan kesedihan dan penderitaan yang dirasakan oleh sahabatku karena dia adikku. Kumerasakan kebahagiaan kecil yang telah lama hilang dan ditemukan kembali oleh sahabatku karena dia kakakku.
Ya Tuhan,mengapa diantara mereka harus terjadi? mereka saling melukai dan ku tak tahu harus membela siapa? Apakah ku harus membela sahabat yang ku anggap kakakku? tapi bagaimana dengan adikku karena dia selalu mengerti diriku,waktu tak terhitung yang ku lalaui bersamanya,berbagi duka,suka,canda,tawa,bahkan makanan pun kita berbagi. Tapi bagaimana pula dengan kakakku karena dia yang mengajarkan ku banyak hal,dia yang mengajarkan ku menjadi kuat,mengajar arti kehidupan,belajar tegar,belajar ikhlas,bahkan belajar senyum yang tulus ku dapatkan darinya.
Kini,saatnya ku harus memilih antara mereka...
Sekarang,ku harus tegas akan kemana kah pembelaanku dialamatkan..
diantara mereka....
siapa???
/.......///?
dan pada akhirnya ku tak mampu untuk memilih diantara mereka..
ku memilih untuk tidak memilih
karena tidak memilih juga adalah sebuah pilihan yang pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan....
(inspired by tag line "Not to choose is also a choice"
Rise N Shine
_Lmy..
Segores luka itu adalah serumpun kain kafan putih untukku.Luka berdarah milik adikku adalah tanda kekalahan buatku namun senyum terindah buat kakakku adalah tanda pahit milik pecundang dan penghianat yang diperuntukkan buatku.
Ku merasakan kesedihan dan penderitaan yang dirasakan oleh sahabatku karena dia adikku. Kumerasakan kebahagiaan kecil yang telah lama hilang dan ditemukan kembali oleh sahabatku karena dia kakakku.
Ya Tuhan,mengapa diantara mereka harus terjadi? mereka saling melukai dan ku tak tahu harus membela siapa? Apakah ku harus membela sahabat yang ku anggap kakakku? tapi bagaimana dengan adikku karena dia selalu mengerti diriku,waktu tak terhitung yang ku lalaui bersamanya,berbagi duka,suka,canda,tawa,bahkan makanan pun kita berbagi. Tapi bagaimana pula dengan kakakku karena dia yang mengajarkan ku banyak hal,dia yang mengajarkan ku menjadi kuat,mengajar arti kehidupan,belajar tegar,belajar ikhlas,bahkan belajar senyum yang tulus ku dapatkan darinya.
Kini,saatnya ku harus memilih antara mereka...
Sekarang,ku harus tegas akan kemana kah pembelaanku dialamatkan..
diantara mereka....
siapa???
/.......///?
dan pada akhirnya ku tak mampu untuk memilih diantara mereka..
ku memilih untuk tidak memilih
karena tidak memilih juga adalah sebuah pilihan yang pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan....
(inspired by tag line "Not to choose is also a choice"
Rise N Shine
_Lmy..
Minggu, 25 April 2010
MAMAKU......
"bunda,,cinta jangan menangis,doamu menyertai ku.lihat perjuangan dariku serpihan dari doamu.aku tak kan pernah menyerah demi bunda cintaku. ku kejar impian ku.atas nama cintamu ku akan meraih semua impian aku untuk bahagiakanmu. atas nama cintamu ku akan menjadi yang terbaik untukmu.ku cinta kamu bunda...." (giring-nidji)
yah,,,sampai sekarang saya masih bertanya apa yang telah saya berikan untuk mamaku yang tersayang. belum ada yang mampu untuk ku janjikan apalagi untuk ku berikan.sementara mama sudah memberikan apapun yang menjadi kebutuhan ku mulai dari sejak saya menghela nafas,ah bukan mulai dari sejak saya berada dalam kandungannya sampai detik ini saya alhamdulillah masih bisa merasakan segarnya udara di bumi ini. bahkan kadangkala saya hanya dengan teganya menjatuhkan air mata di pipinya yang semakin mengkeriput itu.
mama yang membangunkan saya tiap pagi
mama yang masakkan saya tiapa hari
mama yang mampu memeluk setiap amarahku
mama yang bisa diajak cerita
mama yang bisa diajak belanja
mama ada disaat saya butuh
mama....................
tapi apa yang saya berikan selama ini
tidak ada....
betapa dosanya saya ini...
tapi,insyaAllah...
atas doa darimu yang kau panjatkan disetiap sholatmu
kau sebutkan seuntai demi seuntai namaku...
untuk sebuah kebaikanku,keselamatanku,serta keseuksesanku
saya akan melakukan yang terbaik untukmu mama...
insyaAllah saya akan memeluk setiap jengkal mimpiku yang mudah-mudahan bisa membawa sedikit senyuman yang tersungging di bibir manismu mamaku...
insyaALLAH......
semoga Allah memeluk doa dan mimpiku...AMIN....
Rise N Shine
_Lmy^^
yah,,,sampai sekarang saya masih bertanya apa yang telah saya berikan untuk mamaku yang tersayang. belum ada yang mampu untuk ku janjikan apalagi untuk ku berikan.sementara mama sudah memberikan apapun yang menjadi kebutuhan ku mulai dari sejak saya menghela nafas,ah bukan mulai dari sejak saya berada dalam kandungannya sampai detik ini saya alhamdulillah masih bisa merasakan segarnya udara di bumi ini. bahkan kadangkala saya hanya dengan teganya menjatuhkan air mata di pipinya yang semakin mengkeriput itu.
mama yang membangunkan saya tiap pagi
mama yang masakkan saya tiapa hari
mama yang mampu memeluk setiap amarahku
mama yang bisa diajak cerita
mama yang bisa diajak belanja
mama ada disaat saya butuh
mama....................
tapi apa yang saya berikan selama ini
tidak ada....
betapa dosanya saya ini...
tapi,insyaAllah...
atas doa darimu yang kau panjatkan disetiap sholatmu
kau sebutkan seuntai demi seuntai namaku...
untuk sebuah kebaikanku,keselamatanku,serta keseuksesanku
saya akan melakukan yang terbaik untukmu mama...
insyaAllah saya akan memeluk setiap jengkal mimpiku yang mudah-mudahan bisa membawa sedikit senyuman yang tersungging di bibir manismu mamaku...
insyaALLAH......
semoga Allah memeluk doa dan mimpiku...AMIN....
Rise N Shine
_Lmy^^
Sabtu, 24 April 2010
Bahasa Indonesia menjadi Tamu Di negeri Sendiri
Awalnya saya merasa bangga dengan terpilihnya diri saya sebagai duta bahasa wakil provinsi Sulawesi Selatan bersama rekan saya,Fadli Hanafi untuk tingkat nasional, akan tetapi setelah saya kembali merenunginya,hal ini bukanlah sesuatu yang sepele dan dianggap hanya sebatas kompetisi saja,setelah selesai dan terpilih menjadi pemenang harapan 3 dr 19 provinsi yang mengikuti ajang serupa di Jakarta oktober lalu. Dari sekian kompetisi yang pernah saya ikuti,harus saya akui memang kalau kompetisi inilah yang memiliki tanggung jawab moril yang besar,bukan masalah apa,ini kaitannya dengan masalah bahasa,yang notabene sangat erat kaitannya dengan jati diri dan moral bangsa. Sungguh merupakan tugas yang sangat mulia sekaligus tanggung jawab yang sangat berat untuk diemban.Namun di lain sisi,saya sangat bersyukur dengan menyandang perdikat sebagai seorang duta bahasa,karena tidak sembarang orang yang bisa menyandang predikat ini,terlebih lagi sebagai seorang Mahasiswa semester 5 seperti saya yang berlatar pendidikan jurusan Bahasa Inggris. Sungguh sangat dilematis,karena saat saya berada di dalam lingkungan kampus,saya di tuntut untuk mampu bercakap bahasa inggris dengan baik dan benar,namun ketika saya berada diluar kampus saya harus berbicara dengan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar pula. Terkadang sulit untuk memisahkan kapan saatnya saya harus berbahasa inggris dan kapan menggunakan bahasa Indonesia dengan EYD. Karena saya juga kadang,bukan kadang sih,tapi sering menyelipkan beberapa kata dalam bahasa asing, disela-sela perbincangan saya dengan teman-teman atau di forum-forum formal, dan harus saya akui hal ini sangat sulit untuk di pisahkan dan dicegah. Yah,mungkin ini sebuah kebutuhan,ikut-ikutan tren sekarang atau apalah sebabnya ,saya juga kurang paham. Hehehe...jadi curhat deh....
Menilik dari curahan hati saya diatas serta fenomena yang terjadi dikalangan masyarakat,mulai dari kalangan anak-anak sampai orang tua,dari masyarakat biasa sampai para pejabat tidak dipungkiri kalau kita terkena sindrom latah dalam penggunaan bahasa sehari-hari kita. Suatu pertanyaan besar,”Apa yang menjadi peneyebab dari kelatahan ini?”. Beradasarkan apa yang terjadi di sekeliling saya dan hasil beberapa kajian serta diskusi dikampus ,saya hanya bisa mengatakan bahwa kita sangat tergantung dengan sesuatu yang bersifat ASING. Bayangkan saja,mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi,kita berada dalam pengaruh asing,sadar atau tidak semuanya seakan memenjarakan diri kita. Namun,kita juga harus mengakui bahwa kita memang butuh dengan itu semua. Contohnya saja,mulai dari bangun tidur,kita mencuci muka,dengan sabun yang bercapkan unilever yang merupakan merek dagang asing,makan nasi dari penanak nasi,buatan Cina atau Jepang,memakai motor atau mobil buatan Jepang atau keluaran Eropa dan kawan-kawannya. Lihatlah betapa kita sangat bersentuhan dengan segala sesuatu yang berbau asing. Sehingga tidak menutup kemungkinan pengaruh asing juga merambat masuk dalam tataran penggunaan bahasa sehari-hari kita. Pertanyaan selanjutnya muncul,”Lantas,dari fenomena tersebut siapa yang patut untuk disalahkan?”. Suatu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban menurut saya. Disini saya melihat banyak kejanggalan terjadi,dimana saling tuding terjadi,bahwa pemerintah tidak tegas dalam penggalakan penggunaan bahasa indonesia,dalam hal ini adalah instansi yang terkait, mungkin Balai Bahasa atau Dinas Pendidikan. Tapi, disini kita bukan mau mencari siapa yang salah dan menyalahkan, karena itu tidak akan memberikan solusi yang konkrit. Kurangnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan masyarakat adalah merupakn fenomena yang lumrah terjadi. Disini saya bisa melihat bahwa kelas Bahasa Indonesia telah menjadi tamu di negeri sendiri, bahasa indonesia berada di kelas dua setelah banyaknya bahasa asing yang masuk di dalam negeri,khususnya bahasa inggris. Mengapa demikian? Sebenarnya ini hanyalah permasalahan kebutuhan dan “Gengsi” semata. Bagaimana tidak, tengoklah, saya menulis sebagai tataran seorang mahasiswi, jika melihat atau mendengar orang berbicara atau menulis dengan menggunakan istilah atau menyelipkan bahasa asing di dalamnya,terkesan bahwa orang yang sedang berbicara itu adalah orang yang berkelas dan memiliki kapasaitas ilmu yang tidak di ragukan. Namun itu adalah sebuah hipotesa yang belum bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. Tapi, ada sebua istilah yang pernah menggelitik telinga saya adalah “ Karakter sesorang tercermin dari Bahasanya” . Entah istilah itu benar atau tidak, tapi saya juga agak sedkit setuju dengan istilah tersebut.
Itulah opini saya tentang bahasa kita sendiri,bahasa indonesia. Bahasa kita seakan menjadi yamu di negeri sendiri. Yang menjadi tuan rumahnya yah bahasa asing itu sendiri,yah misalnya saja, bahasa inggris yang kebanyakan orang memakai dalam percakapan sehari-hari.Dimata saya,bahasa indonesia memang kalah bergengsi dengan bahasa inggris,kenapa??uah,faktor itu tadi,GENGSI nya. Nah,sekarang apa yang mesti kita lakukan,untuk tetap menjadikan bahasa indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan tidak menampikkan keberadaan bahasa inggris dan bahasa asing lainnya dalam negeri kita.yah,tidak muluk-muluk,kiat harus tetap tau dimana kita harus menggunakan bahasa indonesia itu.Misalnya saja dalam forum-forum resmi apalagi yang sifatnya nasional haruslah kita menggunakan bahasa indonesia serta dalam tulisan-tulisan iklan layanan masyarakat yang langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat sepatutnya menggunakan bahasa indonesia sepenuhnya,misalnya saja poster pemilihan kepala daerah atau spanduk kegiatan,yah minimal tidak dicampurlah bahasa inggris dengan indonesia. dan satu hal yang pasti bahwasanya kita harus memiliki kekuatan dan kedaulatan kedsalam yang lebih lagi agar kedepannya kita tidak kembali terjajah oleh bangsa kita sendiri... Hidup bangsa indonesia MERDEKA....!!!
(tulisan ini juga saya khususkan untuk diri saya sendiri sebagai bahan pemebeljaran untuk lebih mencintai bahasa indonesia...)
Menilik dari curahan hati saya diatas serta fenomena yang terjadi dikalangan masyarakat,mulai dari kalangan anak-anak sampai orang tua,dari masyarakat biasa sampai para pejabat tidak dipungkiri kalau kita terkena sindrom latah dalam penggunaan bahasa sehari-hari kita. Suatu pertanyaan besar,”Apa yang menjadi peneyebab dari kelatahan ini?”. Beradasarkan apa yang terjadi di sekeliling saya dan hasil beberapa kajian serta diskusi dikampus ,saya hanya bisa mengatakan bahwa kita sangat tergantung dengan sesuatu yang bersifat ASING. Bayangkan saja,mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi,kita berada dalam pengaruh asing,sadar atau tidak semuanya seakan memenjarakan diri kita. Namun,kita juga harus mengakui bahwa kita memang butuh dengan itu semua. Contohnya saja,mulai dari bangun tidur,kita mencuci muka,dengan sabun yang bercapkan unilever yang merupakan merek dagang asing,makan nasi dari penanak nasi,buatan Cina atau Jepang,memakai motor atau mobil buatan Jepang atau keluaran Eropa dan kawan-kawannya. Lihatlah betapa kita sangat bersentuhan dengan segala sesuatu yang berbau asing. Sehingga tidak menutup kemungkinan pengaruh asing juga merambat masuk dalam tataran penggunaan bahasa sehari-hari kita. Pertanyaan selanjutnya muncul,”Lantas,dari fenomena tersebut siapa yang patut untuk disalahkan?”. Suatu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban menurut saya. Disini saya melihat banyak kejanggalan terjadi,dimana saling tuding terjadi,bahwa pemerintah tidak tegas dalam penggalakan penggunaan bahasa indonesia,dalam hal ini adalah instansi yang terkait, mungkin Balai Bahasa atau Dinas Pendidikan. Tapi, disini kita bukan mau mencari siapa yang salah dan menyalahkan, karena itu tidak akan memberikan solusi yang konkrit. Kurangnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan masyarakat adalah merupakn fenomena yang lumrah terjadi. Disini saya bisa melihat bahwa kelas Bahasa Indonesia telah menjadi tamu di negeri sendiri, bahasa indonesia berada di kelas dua setelah banyaknya bahasa asing yang masuk di dalam negeri,khususnya bahasa inggris. Mengapa demikian? Sebenarnya ini hanyalah permasalahan kebutuhan dan “Gengsi” semata. Bagaimana tidak, tengoklah, saya menulis sebagai tataran seorang mahasiswi, jika melihat atau mendengar orang berbicara atau menulis dengan menggunakan istilah atau menyelipkan bahasa asing di dalamnya,terkesan bahwa orang yang sedang berbicara itu adalah orang yang berkelas dan memiliki kapasaitas ilmu yang tidak di ragukan. Namun itu adalah sebuah hipotesa yang belum bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. Tapi, ada sebua istilah yang pernah menggelitik telinga saya adalah “ Karakter sesorang tercermin dari Bahasanya” . Entah istilah itu benar atau tidak, tapi saya juga agak sedkit setuju dengan istilah tersebut.
Itulah opini saya tentang bahasa kita sendiri,bahasa indonesia. Bahasa kita seakan menjadi yamu di negeri sendiri. Yang menjadi tuan rumahnya yah bahasa asing itu sendiri,yah misalnya saja, bahasa inggris yang kebanyakan orang memakai dalam percakapan sehari-hari.Dimata saya,bahasa indonesia memang kalah bergengsi dengan bahasa inggris,kenapa??uah,faktor itu tadi,GENGSI nya. Nah,sekarang apa yang mesti kita lakukan,untuk tetap menjadikan bahasa indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan tidak menampikkan keberadaan bahasa inggris dan bahasa asing lainnya dalam negeri kita.yah,tidak muluk-muluk,kiat harus tetap tau dimana kita harus menggunakan bahasa indonesia itu.Misalnya saja dalam forum-forum resmi apalagi yang sifatnya nasional haruslah kita menggunakan bahasa indonesia serta dalam tulisan-tulisan iklan layanan masyarakat yang langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat sepatutnya menggunakan bahasa indonesia sepenuhnya,misalnya saja poster pemilihan kepala daerah atau spanduk kegiatan,yah minimal tidak dicampurlah bahasa inggris dengan indonesia. dan satu hal yang pasti bahwasanya kita harus memiliki kekuatan dan kedaulatan kedsalam yang lebih lagi agar kedepannya kita tidak kembali terjajah oleh bangsa kita sendiri... Hidup bangsa indonesia MERDEKA....!!!
(tulisan ini juga saya khususkan untuk diri saya sendiri sebagai bahan pemebeljaran untuk lebih mencintai bahasa indonesia...)
Langganan:
Postingan (Atom)